BELAJAR MEMAKNAI ARTI HIDUP DAN KEHIDUPAN

Begitu banyak manusia yang terus mengeluh dalam hidupnya.
kenapa tidak bersyukur saja?
dia terlahir sebagai orang yang kurus, lalu dia menghujat Tuhannya yang tidak memberinya tubuh gemuk.
kenapa tidak bersyukur saja?
ada orang yang terlahir gemuk, lalu dia menghujat Tuhannya yang tidak memberinya tubuh kurus.
kenapa tidak bersyukur saja?
ada orang yang tidak pernah puas dengan hartanya, lalu dia menghujat Tuhannya yang tidak memberikan semua yang dikehendakinya.
kenapa tidak bersyukur saja?
Sesungguhnya ALLAH SWT Maha Tahu. Dia mengetahui segala sesuatu yang tidak diketahui manusia. Termasuk semua hal terbaik untuk umatNya. kita semua tahu dan meyakini hal itu. Lalu kenapa kita masih mengeluh dengan semua yang diberikanNya pada kita?
Apakah kita merasa lebih tahu dari ALLAH SWT?
Apakah kita merasa lebih hebat dari Tuhan Yang Maha Mulia diatas segalanya?
Mari belajar menerima apa yang diberikanNya pada kita. Sesal, sedih, dan hujatan tidak akan memperbaiki semuanya kecuali menyisakan penyakit hati dan penyakit iman.
Mari mencintai ALLAH dengan mencintai semua kehendakNya.
~ Antara Kejernihan dan Kekotoran Hati ~
Kejernihan dan kekotoran hati seseorang akan tampak jelas tatkala dirinya ditimpa kritik, celaan, atau penghinaan orang lain. Bagi orang yang lemah akal dan imannya, niscaya akan mudah goyah dan resah. Ia akan sibuk menganiaya diri sendiri dengan memboroskan waktu untuk memikirkan kemungkinan melakukan pembalasan. Mungkin dengan cara-cara mengorek-ngorek pula aib lawannya tersebut atau mencari dalih-dalih untuk membela diri, yang ternyata ujung dari perbuatannya tersebut hanya akan membuat dirinya semakin tenggelam dalam kesengsaraan batin dan kegelisahan.
Lain halnya dengan orang yang memiliki kejernihan hati dan ketinggian akhlak. Ketika datang badai kritik, celaan, serta penghinaan seberat atau sedahsyat apapun, dia tetap tegar, tak goyah sedikit pun. Malah ia justru dapat menikmati karena yakin betul bahwa semua musibah yang menimpanya tersebut semata-mata terjadi dengan seijin Allah Azza wa Jalla.
Allah tahu persis segala aib dan cela hamba-Nya dan Dia berkenan memberitahunya dengan cara apa saja dan melalui apa saja yang dikehendaki-Nya. Terkadang terbentuk nasehat yang halus, adakalanya lewat obrolan dan guyonan seorang teman, bahkan tak jarang berupa cacian teramat pedas dan menyakitkan. Ia pun bisa muncul melalui lisan seorang guru, ulama, orang tua, sahabat, adik, musuh, atau siapa saja. Semuanya terserah Allah.
Jadi, kenapa kita harus merepotkan diri membalas orang-orang yang menjadi jalan keuntungan bagi kita?
JUJUR adalah kata yang mudah diucap, namun sulit untuk didapat. Kejujuran seseorang akan menentukan gerak langkahnya dalam meniti jalan hidup untuk menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Jujur adalah sumber segala kebaikan, sedangkan dusta adalah sumber segala malapetaka. Ketika seseorang telah berbuat jujur terhadap sesamanya, maka akan banyak orang merasa diuntungkan olehnya. Tetapi jika seseorang telah berbuat dusta, maka ribuan orang akan merasa dirugikan olehnya. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap bencana dusta, karena Rasulullah Saw. telah mengingatkan lewat sabdanya.
“Hendaklah kamu selalu berbuat jujur, sebab kejujuran membimbing ke arah kebajikan, dan kebajikan membimbing ke arah surga. Tiada henti-hentinya seseorang berbuat jujur dan bersungguh-sungguh dalam melakukan kejujuran sehingga dia ditulis di sisi Allah sebagai orang jujur. Dan hindarilah perbuatan dusta. Sebab dusta membimbing ke arah kejelekan. Dan kejelekan membimbing ke arah neraka. Tiada henti-hentinya seseorang berbuat dusta dan bersungguh-sungguh dalam melakukan dusta sehingga dia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
KERUSAKAN HATI MANUSIA itu disebabkan oleh enam faktor, yaitu :
1. Sengaja berbuat dosa dengan harapan nanti dosanya diampuni
2. Memiliki ilmu tapi tidak diamalkannya
3. Apabila beramal tidak ikhlas
4. Memakan rezeki Allah tapi tidak pernah bersyukur
5. Tidak ridha dengan pemberian Allah
6. Sering mengubur orang mati, namun tidak mau mengambil pelajaran dari kematian tersebut.
1. Barangsiapa tidak takut kepada Allah,
niscaya dia tidak akan selamat dari kesalahan berbicara.
2. Barangsiapa tidak takut akan pertemuannya dengan Allah,
niscaya hatinya tidak akan selamat dari barang haram dan syubhat
3. Barangsiapa tidak memutuskan pengharapannya kepada orang lain,
niscaya dia tidak akan selamat dari sifat tamak.
4. Barangsiapa tidak memelihara amalnya,
niscaya ia tidak bisa selamat dari sifat riya’
5. Barangsiapa tidak memohon pertolongan kepada Allah agar dijaga hatinya,
niscaya ia tidak akan selamat dari penyakit hasud.
6. Barangsiapa tidak melihat kepada orang yang lebih utama daripada dia dalam ilmu dan amalnya, niscaya ia tidak akan bisa selamat dari sifat ujub.
Sesekali istirahatkan pikiran, berilah kesempatan kepada hati untuk memahami..
Sesekali diam agar tidak mudah mengeluh…
Renungkan dan syukuri apa yang telah kita miliki..
Sesekali perlu diam agar tidak banyak meminta..
Ulurkan tangan, banyaklah memberi Insya Allah kebaikan pula yang kan kita nikmati..
Sesekali diam,janganlah banyak mengatur…
Berilah kesempatan untuk berkreasi..
Sesekali diam jangan banyak mengkritik..
Introspeksi dan perbaiki diri itu lebih cantik..
Sesekali diam agar membuat orang di sekeliling kita bahagia..
Karena dengan banyaknya bicara yang tiada guna terkadang tergelincir dalam dusta atau melukai sesama..
Sesekali diam,berilah ruang hati yang cukup luas untuk berdzikir..
Agar kebahagiaan,ketentraman dan ketenangan kembali hadir..
Gambaran Kecil Diri Kita…
Gambaran-gambaran kecil tentang perilaku diri kita, bisa jadi ada dalam pikiran orang lain yang telah mengenal kita. Gambaran-gambaran itu akan selalu berbeda dari setiap orangnya, tergantung cara mereka memandang diri kita.
Namun yang pasti gambaran kecil maupun yang menyeluruh dalam diri kita itu hanya Allah lah yang Maha Mengetahuinya, tak ada satu pun yang luput dari Pandangan-Nya.
Dan kita sendiri pun tentunya memiliki sedikit gambaran tentang orang lain, dan berbaik sangka adalah cara yang tepat dalam memandang mereka, agar hati dan pikiran kita tidak terjerumus pada buruk sangka.
~:: 8 Hal Yang Mematikan HATI ::~
Sahabat …
Hati-hatilah dengan HATI kita …
Biarkan HATI kita HIDUP dan berCAHAYA …
Jangan sekali-kali memBUNUH hati kita secara perlahan … !!
Bagaimana kita memBUNUH HATI kita secara perlahan ?
Menurut Ibrahim bin Adham, Kita akan meMATIkan HATI kita dengan hal-hal berikut :
1 . Mengetahui HAK ALLAH sebagai TUHAN,
tetapi tidak meNEGAKkan hak itu.
( untuk diSEMBAH… diCINTAi… diTAATi… diHARAP… dan diTAKUTi )
2. Mengakui Al-Quran sebagai WAHYU ALLAH,
tetapi tidak meLAKSANAkan apa yang diperintahkan.
3. MenCINTAi Nabi,
tetapi mengABAIkan SUNNAHnya.
4. Takut MATI,
tetapi tidak memperSIAPkan diri.
5. Mengetahui SYAITHAN adalah MUSUH,
tetapi semangat mengIKUTi kehendaknya
6. Takut NERAKA,
tetapi senang melakukan MAKSIAT.
7. Menginginkan SYURGA,
tetapi malas berAMAL shaleh
8. KeKURANGan diri sendiri diLUPAkan,
tetapi keKURANGan orang lain diINGAT-INGAT dan dibesar-besarkan.
Semoga kita bisa lebih BIJAKSANA ..